Sabtu, 04 Februari 2012

PESTISIDA ORGANOFOSFAT

PENDAHULUAN

Masalah kesehatan yang dihadapi di bidang pertanian tidak terlepas dari penggunaan tekhnologi yang digunakan untuk mengolah lahan pertaniaan. Dalam perspektif kesehatan, penerapan tekhnologi adalah suatu health risk. Ketika terjadi perubahan ataupun pemilihan sebuah teknologi, secara implisit akan terjadi perubahan faktor resiko kesehatan. Teknologi mencangkul digantikan dengan traktor, pemberantasan hama dengan predator digantikan dengan penggunaan pestisida, akan mengubah faktor resiko kesehatan yang dihadapi. Hampir semua diantara kita pernah mendengar kata pestisida, herbisida, insektisida atau nama lainnya. Hampir dalam semua sisi kehidupan kita tidak bisa lepas dari pestisida dalam berbagai bentuknya. Dari gunung sampai pantai, dari desa sampai kota. Petani di pegunungan pun tidak lepas dari penggunaan pestisida. Petani sayuran di Dieng, Kopeng, atau petani tembakau di lereng gunung Sindoro dan Sumbing. Nelayan dalam pembuatan ikan asin misalnya, ada yang menggunakan pestisida. Tentunya cara ini tidak dibenarkan, namun demikian adanya masyarakat kita. Pemakaian pestisida di rumah tangga seperti penggunaan obat nyamuk, anti rayap / ngengat, pengusir nyamuk (repelent) dan banyak lagi macamnya.
Pestisida Metidation
Pestisida mencakup bahan-bahan racun yang digunakan untuk membunuh jasad hidup yang mengganggu tumbuhan, ternak dan sebagainya yang diusahakan manusia untuk kesejahteraan hidupnya.Pest berarti hama, sedangkancide berarti membunuh.
Dalam praktek, pestisida digunakan bersama-sama dengan bahan lain misalnya dicampur minyak untuk melarutkannya, air pengencer, tepung untuk mempermudah dalam pengenceran atau penyebaran dan penyemprotannya, bubuk yang dicampur sebagai pengencer (dalam formulasi dust), atraktan (misalnya bahan feromon) untuk pengumpan, bahan yang bersifat sinergis untuk penambah daya racun, dsb. 
Pestisida metidation merupakan golongan senyawa organofosfat heterosiklik, dimana senyawa ini dapat dianalisis dengan menggnakan kromatografi gas yang dilengkapi dengan detektor fotometri nyala. Karena detektor fotometri nyala ini dilngkapi dengan filter P yang hanya dapat  mendeteksi senyawa mengandung fosfor, menjadikan detektor ini sangat tepat digunakan dalam analisis pestisida golongan organofospat, tanpa terganggu oleh adanya pengotor di dalam matriks sampel dibandingkan metode pemisahan lainnya.
Sifat fisik
Bentuk fisik             : kristal bubuk bewarna putih
Titik lebur                 : 39-40 C
Tekanan uap             : 1.0 x 10mm Hg pada 20C
Massa jenis               : 1.495 g/cmpada 20C
Kelarutan                 : pada air 240 ppm = 0.024% pada 20C,tidak larut pada metanol, aseton,   benzena
Kestabilan                : relatif stabil pada pH netral dan unsur yang bersifat Asam lemah, tidak ada perubahan selama 3 hari didalam penyangga pospat atau dalam larutan HCl 0,01 N. Kestabilan pada unsur alkali sangat rendah.
Kemurnian material : minimum 95 %
 


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar